Pages

KLIK ME

Thursday, 16 October 2014

Mengapa Saya Tidak Terlalu Suka dengan Pramuka?



Sebenarnya saya suka dengan pramuka, tapi lambat laun pramuka itu saya mulai tidak suka. MENGAPA?
Ini bermula ketika saya duduk dibangku SD kalau tidak salah kelas 5. Waktu itu kami sekelas ikut PERSAMI di sekolah. Awalnya sih kami senang ikut pramuka, kami melakukan banyak aktivitas seperti berlomba mendirikan tenda, membaca dengan semapur, simpul-simpul dan sebagainya. Pokoknya seru! Tapi pada saat hari berikutnya atau hari minggu subuh kami dibangunkan dengan tidak sewajarnya (dengan suara pukulan meja, buuk...buuk...!) yah spontanlah kami merasa kaget. Setelah kami bangun kami tidak disuruh untuk cuci muka melainkan langsung harus siap menggunakan seragam kami lagi dengan lengkap kemudian berbaris dilapangan tepatnya subuh hari (selesai shalat subuh) tapi harus selesai dalam 5 menit dan yang terlambat akan dihukum. Waktu itu sekitar 8-9 orang terlambat termasuk saya sendiri, kami disuruh untuk push up kemudian lari keliling lapangan 3 kali, setelah kami semua melakukan apa yang diperintahkan kami ternyata belum lepas dari hukuman. Hukuman selanjutnya adalah (disinilah hal yang pertama saya tidak suka) "berkumur-kumur pada sebuah gelas kemudian memuntahkannya kembali kedalam gelas". Memang kami salah karena terlambat, tapi kami protes dengan hukuman seperti itu, yang kami ketahui kalau pramuka itu tidak boleh semena-mena dalam memberikan hukuman walaupun kami atau orang lain melakukan kesalahan kecil ataupun besar karena dapat merusak mental dan ketidaknyamanan bagi seorang anak atau individu.
Karena mereka memaksa, kamipun melakukan hukuman itu yang sebenarnya tidak ingin kami lakukan. Salah seorang mulai dengan memasukkan air kumuran kedalam mulut kemudian menumpahkannya lagi dalam gelas, selanjutnya dilanjut lagi dengan hal yang sama. Saat itu saya berada pada barisan ke-7 dimana saya sudah melihat air kumuran tersebu keruh dan banyak kotoran, saya dengan terpaksa melakukan hal yang sama dan hasilnya setelah melakukan itu saya MUNTAH begitu juga dengan teman yang lainnya. Kelar sudah penderitaan kami, kami memutuskan untuk berhenti mengikuti pramuka waktu itu. Setiap ada persami kami pasti tidak ikut, lebih baik kami bermain sepuasnya daripada harus diperlakukan seperti binatang. Pengalaman itu tidak perlah kami lupa dan sampai sekarang menjadi trauma kami semua.
Berlanjut kebangku perkuliahan. Saya lulus disalah satu Universitas di Makassar  (tidak perlu saya sebut Universitas apa) melalui jalur SBMPTN dan masuk ke Fakultas Pendidikan dengan prodi PGSD atau Pend. Guru Sekolah Dasar atau guru SD dengan kurikulum baru 2013. Saya tinggal di Makassar di daerah Tamalanrea tepatnya Perintis (tidak usah saya sebut alamat lengkapnya). Awalnya sih berjalan dengan baik, namun ketika saya mengetahui bahwa dikurikulum baru 2013 tersebut tercantum “WAJIB PRAMUKA” dan disalah satu mata kuliah ada yang dinamakan PKPD1 atau sama halnya pramuka dan menjadi salah satu penilaian disemester awal. Mengetahui itu saya langsung down, dan hanya bias pasrah dengan masalah itu karena menjadi penilaian dan WAJIB juga diikuti. Tapi saya berusaha untuk tetap mengikuti pramuka tersebut. Hal pertama dalam mata kuliah tersebut adalah megenai kedisiplinan berpakaian, disiplin peraturan dan sebagainya. Sebenarnya salah satu peraturannya saya tidak setuju yaitu peraturannya harus mengikuti upacara atau apel setiap hari jum’at jam 7 dan bagi yang terlambat dikategorikan sebagai terlambat. Dikatakan alfa tidak hadir, apel telah selesai baru dating, dan lain-lain, 3 kali terlambat dapat 1 alfa dan apabila sudah 3 kali alfa maka dinyatakan tidak lulus mata kuliah tersebut atau out (sampai ketemu tahun depan).
Mengapa saya tidak setuju atau tidak suka? Karena jujur saya hanya mahasiswa yang pas-pasan, dimana saya tidak mengharap bantuan orang tua lagi atau ingin berusaha sendiri dan tidak menyusahkan orang tua lagi. Saya berkuliah sambil bekerja menjadi salah satu FOTOGRAFER di tempat om saya yang juga adalah fotografer dan disitulah saya menafkahi diri saya sendiri. Belum lagi saya tinggal di daerah Temalanrea tempat tinggal sepupu saya, banyak pertanyaan muncul dari teman-teman “kenapa sekali tidak kost?” jawabku simple “memang ada uangku? Dimanaka mau cari uang untuk kost belum lagi bayar UKT dan aneka alat tulis perkuliahan juga belum lagi uang makan. Mana bukanka anak BIDIKMISI”. Kembali kealasan mengapa saya tidak setuju atau tidak suka, alasannya yaitu masalah “KENDARAAN”. Saya tidak mempunyai motor, ada sih motor tapi orang tua yang pakai yang sekarang ini ada di palopo. Sebenarnya inilah yang menjadi kendala saya selama berkuliah sekarang, walaupun saya sudah stand by di rumah untuk ke kampus menggunakan pete-pete atau angkot saya pasti akan tetap kedodoran waktu karena biar subuh hari saya stand by di angkot mana ada sopir angkot yang mau mengantar hanya seorang penumpang, pasti mereka akan menunggu sampai angkotnya penuh belum lagi macet dan angkot yang sering singgah. Pernah ada kakak pendamping yang mengatakan “saya juga punya teman dan malahan lebih jauh tiggalnya dari adek, tapi dia tidak terlambat?” saya hanya menjawab “iya kak!” tapi disisi lain kata hati saya mengatakan “Iya memang jauh dari saya, tapi dia punya kendaraan. Sedangkan saya apa? Kan bisa jka langsung terbang atau mengilang sekejap mata”. Pokoknya membuat saya stress dan kadang hilang semangat untuk ke kampus belum lagi tugas dan kerja.
Sebelumnya minta maaf, bukan saya bermaksud untuk menjelek-jelekkan. Tapi saya hanya ingin mengemukakan aspirasi dan komentar saya dengan salah satu peraturan tersebut, setidaknya diberikan konpensasi yang matang bagi yang tidak mempunyai kendaraan dan jarak tempuh perjalanan yang jauh dan harus sampai tepat waktu.
Mungkin sekian postingan kali ini “Mengapa saya tidak suka pramuka?”. Tunggu postingan-postingan saya yangnya dan mungkin dapat menberikan pembaca motivasi atau ingin berkomentar juga dengan salah satu permasalahan yang pembaca hadapi.



Enjoy read (y) :D “HarDhyan”

7 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa kanda memang sih saya mengaku salah diwaktu itu, tapi tenang kanda karena sekarang mau niat perbaiki dan kembali suka dengan pramuka :D

      Delete
  2. pemikiran kakak sama dengan saya. saya juga tidak suka sama sekali dengan pramuka, entah dimulai sejak kapan saya tidak suka dengan kegiatan ini. saya juga kuliah di FIP prodi PGSD di Malang yang sekarang tuntutannya juga wajib bisa pramuka. tapi apabila dengan mengikuti pramuka malah harus menjadi orang in bagaimana? lalu apakah menjadi diri sendiri harus dikorbankan untuk menjadi anak pramuka? tidakkah itu malah merusak citra pramuka itu sendiri?
    jika kakak sekarang mulai mencintai pramuka, bagaimana caranya?

    ReplyDelete
  3. kalau menurut saya , seharusnya di dalam memberi hukuman harus memberi hukuman yang bisa membagun, bukan memberi hukuman yang bikin jadi gak sehat ,
    contonya hukuman yang di alami itu , menurut saya agak kurang pantas , karna takut mengganggu kesehatan

    ReplyDelete
  4. Klau msalah saya itu, saya orngnya pemalu, mentalnya gk kuat.. Klau pramuka kan harus pnya mental yg kuat, harus berani gitu.. Gk boleh malu..

    ReplyDelete
  5. Disekolah saya saja sekali tidak masuk tanpa surat, saja sudah dihukum sekaligus diberi surat ancaman pindah sekolah

    ReplyDelete
  6. Harrah's Philadelphia Casino & Racetrack - Mapyro
    Get 울산광역 출장안마 directions, reviews and information for Harrah's Philadelphia Casino & Racetrack in 토토사이트 Philadelphia, PA. 777 아산 출장마사지 Harrah's 속초 출장마사지 Blvd. 하남 출장안마

    ReplyDelete

Enjoy comment! :D